Tentu saja jumlah kesalahan membaca al-Fatihah cukup fantastis tersebut diyakini bukan karena faktor kesengajaan atau memang diniatkan untuk merusak bacaannya. Namun, karena telah dibaca bertahun-tahun tanpa adanya upaya untuk mengecek ulang (muraja‘ah) kebenaran bacaannya, muncullah berbagai kesalahan tersebut. Walhasil, bacaan keliru tersebut melekat di sebagian lisan pembacanya, tanpa disadari. Karena sebagai “Mesin Utama”, tentu saja kualitas bacaan al-Fatihah seseorang berdampak pada kualitas dan manfaat ibadah shalat yang ia lakukan. Apalagi jika dikaitkan dengan kesepakatan para ulama bahwa membaca Al-Qur’an dengan benar (tartil) adalah fardhu ‘ain (kewajiban individual), tentu kualitas bacaan Al-Qur’an, lebih khususnya yang dibaca dalam shalat, perlu memperoleh perhatian yang urgen dan serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Assalamu'alaikum wrwb
kami siap membantu
Powered by